Apa Sih Fungsi dan Peran dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ?

Apa Sih Fungsi dan Peran dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ?

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merupakan lembaga yang menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia. Lembaga ini dibuat atas dasar UU nomor 24  tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan. Undang-undang ini secara efektif berlaku 12 bulan sejak diperundangkan, sehingga LPS didirikan dan beroperasional pada tanggal 22 September 2005. Dengan diberlakukan undang-undang ini berarti semua bank yang beroperasi di Indonesia wajib menjadi peserta LPS.

LPS menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga keseimbangan dalam industri perbankan dan menjaga seluruh masyarakat yang menggunakan layanan perbankan. LPS juga memelihara stabilitas sistem perbankan berdasarkan hak dan kekuasaannya. Simpanan yang dijamin LPS yakni tabungan, giro, deposito, sertifikat deposito dan jenis lainnya. Selain menjamin bank konvensional, LPS juga menjamin simpanan dari bank syariah. Jika ingin tahu lebih lengkap tentang fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) simak yuk ulasannya!

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan :

  • Merumuskan dan menetapkan kebijakan penjaminan simpanan
  • Melakukan penjaminan atas simpanan di berbagai bank.
  • Merumuskan dan memutuskan kebijakan turut memelihara stabilitas perbankan.
  • Merumuskan, memutuskan dan melakukan kebijakan penyelesaian bank yang tidak berefek sistemik.
  • Menangani bank gagal yang berdampak sistemik.

Dalam rangka menunjang tugas dan fungsinya, Lembaga Penjamin Simpanan memiliki wewenang di bawah ini :

  • Memutuskan dan memungut premi penjaminan serta berkontribusi saat bank menjadi peserta pertama kali sekaligus melaksanakan kekayaan dan kewajiban LPS.
  • Memperoleh data simpanan nasabah, laporan keuangan bank, data kesehatan bank hingga laporan hasil pemeriksaan bank asalkan tidak melanggar kerahasiaan bank dan juga melaksanakan rekonsiliasi, verifikasi serta konfirmasi dari data itu.
  • Memutuskan syarat dan ketentuan pembayaran klaim.
  • Menunjuk, memberikan kuasa dan memberikan tugas pada pihak lain yang bertindak atas nama LPS untuk melakukan suatu tugas.
  • Penyuluhan terhadap bank dan masyarakat termasuk memberikan sanksi administratif bagi pihak-pihak yang melanggar ketentuan.
  • Hampir semua kegiatan di bank yang berupa simpanan dijamin oleh LPS. Tapi, untuk transaksi tranfer bukanlah berbentuk simpanan, maka tidak dijamin oleh LPS. Sedangkan transfer dana masuk yang diterima oleh bank untuk nasabah, masih dianggap sebagai simpanan walaupun belum dibukukan dalam rekening. Begitu pula dengan tranfer dari simpanan yang belum dikeluarkan dari bank maka, statusnya sama seperti simpanan.

Penjaminan simpanan nasabah oleh LPS adalah senilai Rp 2 M/ nasabah. Jika nasabah memiliki beberapa rekening pada satu bank, yang dijamin adalah saldo dari seluruh rekening. Sementara itu, nilai simpanan yang dijamin oleh LPS terdiri dari simpanan pokok ditambah bunga (bank konvensional). Sedangkan untuk bank syariah nilai simpanan ditambah dengan bagi hasil. Jika simpanan nasabah melebihi Rp 2 M dijamin oleh tim likuidasi sesuai likuidasi kekayaan bank.

Semua tentang simpanan yang dijamin telah diatur oleh LPS sedemikian rupa. Jadi, tak usah khawatir saat menabung di bank yang sudah dijamin oleh LPS. Sekarang, sudah tahukan fungsi Lembaga Penjamin Simpanan, simpan uang dibank menjadi tenang.

Leave a Comment

All fields are required. Your email address will not be published.